Budidaya Lebah Madu

Desa Alasbuluh, Kab.Banyuwangi dan Desa Ketindan, Kab. Malang, Jawa Timur.

Deskripsi Program
Peternak Lebah Apis mellifera binaan di Desa Ketindan, Kab.Malang dan Desa Alasbuluh, Kab. Banyuwangi, Prov. Jawa Timur selama ini melakukan “migratory beekeeping”, yaitu perpindahan koloni lebah untuk mendapatkan nektar, sehingga bisa memproduksi madu dengan karakteristik tertentu. Ini dilakukan saat bulan Juni-November (Musim Panas). Kemudian akan kembali ke tempat masing-masing saat masa paceklik (musim hujan) Desember-Mei untuk mempertahankan koloni lebah dengan diberi pakan tambahan berupa gula.

Tahun Mulai Program

Program Budidaya Lebah Madu dimulai tahun 2013 dan diintervensi oleh Indonesia Berdaya pada tahun 2024. 

Jumlah penerima manfaat program Budidaya Lebah Madu yaitu 11 orang.

Intervensi Indonesia Berdaya
Intervensi Indonesia Berdaya dalam menjalankan program ini yaitu Pertama, bantuan modal produksi (pinjaman non-riba) berupa pakan tambahan saat masa paceklik ke 10 penerima manfaat. Kedua, penyediaan sarana produksi (baju, topi pelindung, boots, dll), peralatan QC & proses madu (refractometer, ekstraktor). Ketiga, Penataan kawasan eduwisata lebah madu.

Seremonial peresmian budidaya lebah madu
Hasil budidaya lebah madu

Program ini diharapkan memiliki dampak finansial yaitu agar peternak lebah madu terhindar dari jeratan utang riba dengan modal pinjaman rata – rata senilai Rp 17 Juta per PM, serta memiliki aset kelolaan eduwisata lebah madu senilai Rp 50 Juta, & peratalan pendukung panen madu senilai Rp 14 Juta.

Dampak sosial dari program ini yaitu peternak semakin sadar bahaya utang riba & menguatnya kelompok peternak lebah madu dalam mengakses pinjaman non-riba.

Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan peternak, tetapi juga melestarikan lingkungan dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor pariwisata.

Udhi – Sekretaris Pengurus Indonesia Berdaya