Anyaman Pandan
Desa Tanjung Kuras, Kab. Siak, Riau
Deskripsi Program
Suwai merupakan UMKM yang memproduksi komoditas dengan bahan baku utama daun pandan. Tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, Suwai juga fokus pada pengembangan keberlanjutan budaya menganyam daun pandan. Proses produk Suwai dibuat setelah ada pesanan dari perusahaan atau pemerintah sebagai souvenir dan untuk stok penjualan di toko oleh-oleh ataupun pemasaran online. Produk yang telah selesai akan melalui proses quality control sebelum packing dan diserahkan pada buyer. Sedangkan untuk produk yang tidak lolos QC akan disimpan atau direvisi. Dari hulu ke hilir kegiatan Suwai sudah melibatkan masyarakat karena prinsip awal usaha ini terbentuk adalah sociopreneur.
Tahun Mulai Program
Program Anyaman Pandan diintervensi oleh Indonesia Berdaya pada tahun 2024.
Jumlah Penerima Manfaat
Jumlah penerima manfaat program Madaya Coffee yaitu 25 orang.
Intervensi Indonesia Berdaya
Indonesia Berdaya menjalankan program ini Pertama, memberikan pelatihan skill mengolah pandan menjadi produk anyaman dan peningkatan kualitas produk anyaman yang diproduksi oleh PM. Kedua, penguatan teknologi pengeringan (solar dryer), mesin pelurut pandan, mesin jahit, set kulit, dan lain sebagainya. Ketiga, penguatan fungsi kelembagaan lokal sebagai off taker, pengolahan pandan paska panen, dan jaringan market serta penguatan peran kelembagaan lokal dalam proses pendampingan ke pengrajin, agar produktifitas tumbuh.
Program ini diharapkan dapat meningkatan pendapatan PM melalui intensifikasi produksi pandan dan produk olahan yang meningkat karena hasil dari adopsi teknologi pada proses produksi dengan target omset hingga 250 Juta per tahun. Melastarikan budaya menganyam pandan dibarengi dengan meningkatnya kapasitas dalam olahan pandan bagi masyarakat lokal serta Menguatnya sustainabilitas program dengan memastikan distribusi nilai ekonomi yang merata bagai semua pihak yang terlibat dalam rantai pasok Produk Anyaman Suwai.
Ayu - Local Leader