Dari Tas Cangklong ke Gerobak: Babak Baru Ratmin Jajakan Susu

MAGETAN, JAWA TIMUR — Bagi sebagian orang, menjajakan susu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi Ratmin (54), setiap hari yang dilalui dengan berjualan artinya ia membawa beban yang tidak ringan. Sebelum memiliki gerobak, Ratmin terbiasa menjajakan dagangannya yang adalah 20 liter susu, dengan cara di-cangklong. Usaha ini ditekuninya sejak program pemberdayaan ekonomi Kampung Susu Lawu Magetan hadir. 

Sehari-hari, salah satu warga Singolangu ini bekerja sebagai petani sayur. Di sela aktivitas bertani, ia juga menjalankan usaha susu untuk menambah penghasilan keluarga. Usaha ini ditekuninya sejak Kampung Susu Lawu hadir. Awalnya, ia diajak oleh Mbah Wo, seorang peternak sapi perah untuk menjual atau memasarkan susu dari hasil sapi perah.

Usaha tersebut ia jalani dengan menjajakan susu di kawasan Sarangan. Apalagi di hari Sabtu dan Ahad sering kali ada kegiatan atau keramaian, Ratmin memanfaatkannya sebagai kesempatan untuk menawarkan dagangan kepada warga maupun pengunjung.

Sebelum mendapatkan bantuan gerobak dari ROIS OJK melalui kolaborasi bersama Dompet Dhuafa, Ratmin dan sembilan orang rekannya harus membawa susu dengan cara yang cukup melelahkan. Menyangklong susu menjadi andalannya dalam berjualan. Ia berkeliling menawarkan susu dengan cara di-cangklong kepada para pembeli.

Sebuah gerobak susu membuat Ratmin tidak lagi harus menanggung beban dagangan di tubuhnya. Gerobak tersebut juga dapat digunakan untuk menyimpan es, sehingga susu yang dijajakan dapat tetap terjaga kesegarannya selama berjualan. Bagi Ratmin, gerobak itu bukan sekadar sarana untuk berjualan. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya agar usaha kecil yang selama ini dijalankan dapat terus berkembang.

Dengan gerobak, ia berharap dapat lebih leluasa berjualan dan menjangkau lebih banyak pembeli. Harapan sederhananya adalah usaha yang dijalankan bisa makin lancar dan memberikan manfaat bagi keluarganya. Rasa syukur pun disampaikan Ratmin kepada ROIS OJK dan Dompet Dhuafa yang telah memberikan perhatian kepada para pedagang susu di wilayahnya.

“Capek sekali jika di-cangklong dulu. Itu isinya hingga 20 liter susu. Terima kasih sekali karena sudah memperhatikan kami dengan memberikan gerobak, khususnya pedagang susu. Semoga bisa lebih lancar daripada dulu-dulunya. Semoga ROIS OJK dan Dompet Dhuafa bisa lancar dan mendapat kebaikan dari Allah Swt dan semoga warga lancar usahanya,” tutur Ratmin.

Dari cangklong yang berat menuju gerobak yang lebih memudahkan langkah, bantuan ini menjadi bagian kecil dari perjalanan Ratmin untuk terus menghidupkan usahanya. Sebab bagi masyarakat, dukungan terhadap usaha bukan hanya tentang sebuah sarana, tetapi juga tentang kesempatan untuk bekerja, bertahan, dan melanjutkan harapan.

Semoga gerobak yang diterima Ratmin dan rekan-rekannya dapat menjadi jalan bagi usaha yang semakin lancar, penghasilan yang lebih baik, serta manfaat yang terus tumbuh bagi keluarganya dan masyarakat di sekitar Kampung Susu Lawu. (Dompet Dhuafa)

Teks dan foto: Elfi Handayani, Dompet Dhuafa
Penyunting: Andhika S Prabowo, Dompet Dhuafa