MAGETAN, JAWA TIMUR — Upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan Dompet Dhuafa bersama ROIS OJK, salah satunya melalui program pemberdayaan ekonomi di Kampung Susu Lawu (KSL), Singolangu, Sarangan, Magetan, Jawa Timur. Program tersebut diluncurkan pada Jumat (4/9/2026) di kawasan Kampung Susu Lawu. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem ekonomi masyarakat yang mengintegrasikan potensi peternakan, wisata, dan usaha mikro masyarakat setempat.
Kolaborasi Dompet Dhuafa dan ROIS OJK kali ini merupakan penyaluran dari zakat karyawan ROIS OJK. Pemberdayaan diperkuat melalui tiga bentuk dukungan, yakni pengembangan sapi perah bagi penerima manfaat peternak, gerobak susu bagi pelaku usaha, serta pembangunan kafetaria di kawasan Kampung Susu Lawu.
Ketiganya diarahkan untuk memperkuat rantai ekonomi yang sudah tumbuh di Singolangu, mulai dari produksi susu, penjualan, hingga pengembangan kawasan wisata edukasi. Dalam pengembangan Kampung Susu Lawu, sektor agrowisata, peternakan, dan UMKM menjadi bagian yang saling terhubung.



Bagi masyarakat Singolangu, perjalanan menjadi Kampung Susu Lawu juga tidak berlangsung dalam waktu singkat. Bapak Waluyo atau yang akrab dipanggil Mbah Wo menjadi salah satu warga yang ikut merintis perubahan dari peternakan sapi potong menuju sapi perah.
Bila sebelumnya masyarakat terutama memperoleh penghasilan dari peternakan, keberadaan wisata dan pengembangan susu kemudian membuka peluang usaha baru. Susu yang dihasilkan peternak mulai diolah menjadi berbagai produk turunan dan mendorong keterlibatan masyarakat, termasuk kelompok perempuan.
“Begitu susu sudah ada, akhirnya masyarakat Singolangu, utamanya ibu-ibu, bergabung dengan kelompok dan sekarang usaha, wirausaha susu dan turunannya,” tutur Mbah Wo.
Saat ini, terdapat sekitar 32 produk turunan susu yang dikembangkan masyarakat, mulai dari susu pasteurisasi, susu murni, permen susu, stik susu, pai susu, nugget susu hingga yoghurt. Produk yang menjadi unggulan antara lain susu pasteurisasi dan permen susu.
“Terima kasih karena telah memperhatikan warga yang membutuhkan dukungan di Singolangu. Masyarakat Singolangu yang kurang mampu bisa berusaha, bisa menambah penghasilan. Terima kasih untuk ROIS OJK dan Dompet Dhuafa yang telah membantu warga Singolangu,” ujar Mbah Wo.


Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, mengatakan program tersebut merupakan kelanjutan dari pemberdayaan yang telah diinisiasi sebelumnya di Kampung Susu Lawu. Menurutnya, penguatan dilakukan tidak hanya pada peternak, tetapi juga pengolahan produk, fasilitas kafetaria dan akses pasar.
“Ini bagian dari pada program pemberdayaan ekonomi yang merupakan lanjutan dari program kita sebelumnya. Pada kesempatan ini kita memperkuat di sisi peternaknya, di sisi pengolahannya, kemudian juga di sisi penguatan sarana Kampung Susu Lawu dengan berkolaborasi dengan ROIS OJK,” ujar Ahmad.
Salah satu penguatan tersebut diwujudkan melalui bantuan sapi perah untuk masyarakat yang terdampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Wabah tersebut sebelumnya membuat populasi sapi perah di kawasan Singolangu mengalami penurunan cukup signifikan.
Hal itu dirasakan langsung oleh Sarju salah satu penerima manfaat sapi perah, Sarju telah menggeluti peternakan sapi perah sejak 2008. Dari pengalamannya, usaha sapi perah menjadi salah satu sumber penghasilan utama bagi keluarga.
“Kalau tidak merawat sapi perah, saya mau kerja apa? Karena tiap bulan biasanya dapat uang hasil susu. Untuk bantuan ini bagi saya sudah tidak terhitung. Saya sangat-sangat berterima kasih. Sapi yang saya dapat ini kualitasnya super, bagus kualitasnya, jadi saya akan rawat sebaik-baiknya,” tutur Sarju.


Sarju menjadi salah satu penerima manfaat bantuan sapi perah dalam program kolaborasi tersebut. Ia mengaku bantuan itu kembali membuka kesempatan baginya untuk menambah populasi ternak setelah sebelumnya kehilangan sebagian besar sapi akibat PMK.
Pemberdayaan juga menyasar pelaku usaha yang selama ini menjajakan susu secara berkeliling. Salah satunya Sulistiawati, warga Singolangu yang sebelumnya berjualan susu dengan digendong.
“Kalau nggak habis, dimasukkan ke freezer lagi. Sampai satu hari, satu malam begitu saja sudah diganti. Takutnya nanti kalau basi. Dengan adanya bantuan ini saya berterimakasih kepada ROIS OJK dan Dompet Dhuafa sudah membantu meringankan beban saya. Semoga saya jualan laris,” ungkap Sulistiawati.


Selain memperkuat sisi produksi dan penjualan, program ini juga menghadirkan fasilitas kafetaria di kawasan Kampung Susu Lawu.
Keberadaan kafetaria berangkat dari kebutuhan pengunjung yang selama ini belum memiliki tempat yang nyaman untuk beristirahat, menikmati minuman, sekaligus mencicipi produk olahan susu masyarakat. Kafetaria tersebut diharapkan membuat pengunjung dapat tinggal lebih lama di kawasan Kampung Susu Lawu sambil menikmati udara sejuk Singolangu dan berbagai produk susu lokal.
“Saya senang dengan adanya kafetaria ini, semoga kampung susu lawu lebih berkembang dan menginspirasi,” Ujar Fifi Fitriyani penerima manfaat kafetaria.



Dukungan ROIS OJK turut hadir dalam pengembangan fasilitas tersebut. Kafetaria tersebut menjadi salah satu gebrakan baru untuk mendukung promosi wisata sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk lokal.
“Terima kasih sekali kepada ROIS OJK yang sudah memfasilitasi berdirinya kafetaria Kampung Susu Lawu ini. Semoga membawa dampak luar biasa bagi kami,” Jelas Sri Wahyuni sebagai PIC kafetaria.
Kepala OJK Solo, Mohammad Mufid menjelaskan, dukungan program tersebut berasal dari pengelolaan zakat, para pegawai OJK. Dana tersebut kemudian disalurkan melalui mitra pengelola zakat, salah satunya Dompet Dhuafa.
Menurutnya, konsep yang dibangun bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi mendorong penerima manfaat agar dapat berkembang dan mandiri.
“Program yang kami berikan sifatnya pancing, jadi program yang memberdayakan dan bergulir. Harapannya setelah ini peternak di sini akan berdaya dan mandiri, kemudian kemandirian itu bisa menular kepada masyarakat sekitar,” ujarnya.


Kolaborasi tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Magetan. Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, S.H., M.H menilai program pemberdayaan yang dilakukan ROIS OJK dan Dompet Dhuafa menjawab persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat, khususnya peternak sapi perah yang terdampak PMK.
Ia berharap dukungan serupa dapat terus diperluas karena kebutuhan pengembangan sapi perah masih terdapat di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Magetan.
“Kolaborasi ini sangat bagus, konsep ini menjawab permasalahan permasalahan yang ada. Kami bangga dan gembira kepada ROIS OJK dan Dompet Dhuafa,” Ujarnya.
Menurutnya, Magetan memiliki pasar yang cukup terbuka untuk produk susu. Tantangan yang perlu diperkuat adalah ketersediaan bibit sapi perah, peningkatan produksi, serta pengembangan usaha agar masyarakat dapat memperoleh nilai tambah yang lebih besar.
Peluncuran program Kampung Susu Lawu menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Dompet Dhuafa, ROIS OJK, Pemerintah Kabupaten Magetan, dan masyarakat.



Berbagai dukungan tersebut menjadi bentuk perhatian kepada masyarakat yang selama ini menggantungkan penghasilan dari peternakan dan penjualan susu. Ia menyampaikan terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan ROIS OJK yang telah membantu warga Singolangu mengembangkan usaha dan menambah penghasilan.
Dukungan zakat yang dikelola ROIS OJK kembali memberi harapan bagi warga Kampung Susu Lawu Singolangu untuk bangkit. Semoga dukungan dari zakat ROIS OJK ini terus memberikan manfaat, menjadi jalan bagi warga untuk semakin mandiri, serta ikut menguatkan Kampung Susu Lawu sebagai sentra peternakan, olahan susu, dan wisata edukasi di Magetan. (Dompet Dhuafa)
Teks dan foto: Elfi Handayani Dompet Dhuafa
Penyunting: Andhika S Prabowo Dompet Dhuafa