LAMPUNG – Pengelolaan zakat kini tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga bisa dikembangkan secara produktif. Hal ini dibuktikan oleh UPZDK Permata Bank Syariah bersama Dompet Dhuafa melalui program pemberdayaan ekonomi Kantin Kontainer yang digulirkan untuk penerima manfaat mahasiswa yang diresmikan pada 26/08/2026 di Institut Teknologi Sumatera (ITERA).
Program Kantin Kontainer merupakan beasiswa kewirausahaan yang ditujukkan bagi penerima manfaat mahasiswa yang masuk dalam kategori asnaf zakat. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengelola kantin yang menjual aneka produk makanan dan UMKM di area kampus. Mahasiswa yang mengikuti program ini akan mendapatkan penghasilan tambahan dari bagi hasil penjualan setiap bulan untuk menunjang biaya studinya.


General Manager Penghimpunan ZIS Dompet Dhuafa, Faqih Syarafaddin menjelaskan bahwa dari 15 titik program Kantin Kontainer yang tersebar di berbagai kampus di Indonesia, lebih dari setengahnya digulirkan oleh UPZDK Permata Bank Syariah.
“Program Kantin Kontainer ini menjadi bukti nyata bahwa pemanfaatan dana zakat UPZDK Permata Bank Syariah dapat dikelola secara produktif sehingga menjadikan penerima manfaat bisa menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan, jelasnya.
Setidaknya ada dua tujuan hadirnya Kantin Kontainer. Pertama, social impact yakni sebagai sarana belajar untuk berwirausaha dan berbisnis. Sehingga, mahasiswa terpilih bisa mempraktikkan bagaimana mengelola bisnis dengan mengelola kantin. Kedua, financial impact di mana Kantin Kontainer akan memberikan para penerima manfaat pendapatan dengan skema bagi hasil. Hal ini dilakukan guna membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan UKT dan keperluan lainnya.


Wakil Ketua UPZDK Permata Bank Syariah, Yurandiza menjelaskan bahwa Dompet Dhuafa merupakan mitra yang strategis sehingga penyaluran dana zakat untuk kerjasama program pemberdayaan ekonomi dengan Dompet Dhuafa adalah berkelanjutan.
“Program Kantin Kontainer adalah program yang sangat baik, dimana kita tidak hanya memberikan kemampuan finansial kepada mahasiswa yang mumpuni tapi terkendala biaya tapi juga membekali mereka dengan kemampuan entrepreneurship dan bisnis sehingga bukan hanya aspek finansial tapi juga sosial dan juga intelektual,” jelasnya.
Dengan adanya program ini, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITERA Hadi Teguh Yudistira, berharap berharap Kantin Kontainer tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi dan melahirkan start-up berbasis teknologi, yang sejalan dengan cita-cita Itera untuk membangun Science Techno Park (STP).
“Ini menjadi salah satu miniatur kita, bisa saya katakan ini seperti laboratorium, laboratorium kewirausahaan. Mudah-mudahan ke depan bisa menjual ide inovasi, membuat satu startup dari kontainer bisa menjadi suatu gedung startup. Jadi kami berharap dengan adanya pemberdayaan ekonomi ini, mahasiswa ITERA bisa menjadi seorang entrepreneur selanjutnya,” ungkap Hadi.


Randy Falih Haryando, mahasiswa semester 5 Program Studi Teknik Sistem Energi Institut Teknologi Sumatera (ITERA), bergabung dalam program Kantin Kontainer setelah sebelumnya beberapa kali mendaftar beasiswa namun belum berhasil.

Kantin Kontainer dinilai sangat membantu Randy dalam memenuhi kebutuhan UKT dan keperluan perkuliahan. Selain memberikan modal usaha, program ini juga menyediakan fasilitas berupa kontainer, kulkas, kipas angin, serta tempat usaha yang memadai. Randy menyampaikan apresiasi kepada UPZDK Permata Bank Syariah, Dompet Dhuafa, dan ITERA yang telah memberikan kesempatan bagi dirinya dan mahasiswa lainnya untuk berkembang.
Program Kantin Kontainer dikelola oleh Indonesia Berdaya selaku mitra pengelola program ekonomi Dompet Dhuafa. Sebanyak 15 Kantin Kontainer telah berdiri di wilayah Lampung, Banten, dan Yogyakarta. Selanjutnya, Dompet Dhuafa akan terus berupaya untuk menghadirkan program yang sama di beberapa kampus lainnya.
Teks dan foto: Harja Pradika