Kerupuk Gurita
Desa Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh
Deskripsi Program
Mata pencarian utama masyarakat di Pulo Aceh adalah nelayan. pulo Aceh dikenal karena kekayaan alam lautnya yang melimpah salah satunya gurita. Selama ini, gurita dari pulo Aceh hanya dijual dalam bentuk mentah dan dikeringkan menjadi gurita asin yang dijual di seputaran Pulo Aceh dan Luar Pulo Aceh. Di sisi lain, banyak pihak yang sudah fokus pada pengembangan pariwisata berkelanjutan di Pulo Aceh mulai dari pembangunan fasilitas pariwisata, pembukaan area wisata baru, serta kuliner khas Aceh. DD Aceh juga ikut ambil bagian dalam perkembangan berkelanjutan di Pulo Aceh dengan melihat potensi sumber daya alam lokal yaitu gurita. DD Aceh mencari inovasi pangan olahan gurita yang bisa tahan lama dan dapat dibawa oleh para wisatawan sebagai oleh – oleh khas Pulo Aceh, sehingga tercetuslah ide kerupuk gurita.
Tahun Mulai Program
Program Kerupuk Gurita diintervensi oleh Indonesia Berdaya pada tahun 2024.
Jumlah Penerima Manfaat
Jumlah penerima manfaat program Kerupuk Gurita yaitu 6 orang.
Intervensi Indonesia Berdaya
Intervensi Indonesia Berdaya dalam menjalankan program ini yaitu bantuan pengadaan sarana produksi seperti freezer, mesin penggiling daging, mesin pembuat adonan, kompor kuali besar, serta penyediaan modal kerja untuk 1 siklus yaitu gurita segar, tepung tapioka, serta bumbu lainnya.
Program ini memilki dampak finansial yaitu penerima manfaat memiliki penghasilan tambahan dari penjualan produk berupa kerupuk gurita dengan estimasi pendapatan Rp 1 – 1,3 Juta /bln/PM.
Dampak sosial dari program ini yaitu bertambahnya penerima manfaat dari 3 orang menjadi 6 orang, promosi produk olahan gurita yaitu kerupuk gurita sebagai oleh – oleh khas Aceh.
Mulya - Manajer Program DD Aceh