Lahan Hijuan & Industri Pakan
Desa Gejahan, Kab. Gunung Kidul, Yogyakarta.
Deskripsi Program
Program Lahan Hijauan dan Industri Pakan di wilayah Gunung Kidul ini diinisiasi atas data kebutuhan pakan program peternakan di wilayah Jogjakarta yang mencapai 53 Ton setiap bulan. Dengan potensi lahan seluas 2 Ha milik Pondok Modern Al Falah yang bisa dioptimalkan untuk penanaman hijauan (jagung), diharapkan program dapat memberikan tambahan biaya operasional pesantren sekaligus memenuhi kebutuhan pakan.
Tahun Mulai Program
Program Lahan Hijauan dan Industri Pakan diintervensi oleh Indonesia Berdaya pada tahun 2024.
Jumlah Penerima Manfaat
Jumlah penerima manfaat program Lahan Hijauan dan Industri Pakan yaitu 7 penerima manfaat langsung dan 64 penerima manfaat tidak langsung.
Intervensi Indonesia Berdaya
Skema program yang akan dilakukan, menerapkan pola close loop antara pertanian dengan peternakan. Pertanian memproduksi material pakan, lalu diolah menjadi pakan ternak. Aktivitas utama program dikelompokkan kedalam 3 aspek. Pertama, dukungan aset produksi, meliputi penyediaan sarana produksi pertanian dan penyediaan alat produksi pengolahan pakan. Kedua, pengembangan kapasitas, yaitu pendampingan proses produksi dan penguatan kelompok petani. Ketiga, serapan pasar, melalui keterhubungan program dengan captive market DD Farm dan pengembangan market eksternal.
Penerima manfaat dari pengembangan lahan hijauan dan industri pakan ini adalah Pesantren (64 Santri), 4 Petani, dan 3 Pengolah Pakan. Implementasi program ini diharapkan akan menghadirkan manfaat, setidaknya bagi 3 pihak. Pesantren, mendapatkan dukungan sumberdaya dari 2 sumber. Pertama adalah revenue dari on farm dan pencacahan hijauan. Kedua, adalah revenue dari bagi hasil penjualan hijauan packed. Masyarakat, mendapatkan penghasilan dari keterlibatan dalam produksi on farm dan off farm. DD Farm, mendapatkan manfaat atas ketercukupan pakan ternak dengan harga yang kompetitif dan mendapatkan revenue dari bagi hasil dari penjualan hijauan packed.
Anna - Ketua Pengurus Indonesia Berdaya