Kopi Sinjai

Desa Pattongko, Kec. Sinjai Tengah, Sulawesi Selatan.

Deskripsi Program
Desa Kopi Sinjai diinisiasi sejak tahun 2019. Berada di Kampung Lombokna, Desa Pattongko, Kec. Sinjai Tengah, Kab. Sinjai, Sulawesi Selatan. Merupakan program pemberdayaan petani kopi yang berfokus pada pendampingan pengolahan buah kopi menjadi biji kopi (Green Beans), serta pendampingan pada pemasaran produk dengan tujuan peningkatan pendapatan petani kopi. Pada tahun 2022 dilakukan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan seluas 38 Ha dan petani kopi yang terlibat sebagai penerima manfaat lebih dari 100 orang. Pada Tahun 2023 Desa Kopi Sinjai dirancang menjadi Kawasan Madaya dengan aktivitas unit usaha hulu – hilir meliputi budidaya kopi, processing kopi, agroeduwisata, resto, villa, dan fasilitas umum lainnya.

Tahun Mulai Program

Program Kopi Sinjai dimulai tahun 2019 dan diintervensi oleh Indonesia Berdaya pada tahun 2024.

Jumlah penerima manfaat program Kopi Sinjai yaitu 100 Orang.

Intervensi Indonesia Berdaya
Intervensi program yang dilakukan adalah Pertama, penyediaan aset produksi berupa sarana produksi pertanian kopi dan penyediaan alat produksi pengolahan red cherry menjadi greenbean. Kedua, pengembangan kapasitas petani penerima manfaat melalui pendampingan produksi hingga pasca panen. Ketiga, penguatan jaringan pasar. Keempat, pembentukan kelembagaan lokal berbadan hukum koperasi.

Proses pemanenan biji kopi (red cherry)
Produk kopi sinjai

Dengan berjalannya program ini diharapkan cara pandang dan paradigma masyarakat berubah terhadap kopi. Terdapat peningkatan pendapatan petani dari harga jual biji kopi Rp 3.125/kg menjadi Rp 8.750/kg dan petani mulai mengkonsumsi kopi dengan baik sehingga kenikmatan dari pekerjaan di kebun semakin terasa.

Perubahan kecil pada teknik panen berdampak besar terhadap harga jual kopi dari yang awalnya Rp2.500 menjadi Rp8.500 per liter. Pemberdayaan filantropi memang pada akhirnya harus mampu memandirikan petani. Melalui program yang diintervensi oleh Dompet Dhuafa ini , kami ingin membuktikan bahwa bertani kopi bisa menyejahterakan. Kami ingin anak-anak muda bangga kembali ke desa, membangun tanah kelahirannya, dan melihat kopi lokal mereka dihargai di tingkat dunia.

Ramly Usman - Local Leader