Desa Tani

Desa Cipanjalu, Kab. Bandung, Jawa Barat.

Deskripsi Program
Desa Tani adalah salah satu program Dompet Dhuafa sebagai upaya pengentasan kemiskinan melalui pengembangan pertanian sayur hortikultura. Program Desa Tani telah diinisiasi sejak akhir tahun 2018. Dompet Dhuafa meresmikan Desa Tani di awal tahun 2019 dengan melibatkan sebanyak 12 orang penerima manfaat di lahan seluas 1,2 Ha yang berlokasi di Kampung Areung. Kedua belas petani tersebut lalu tergabung dalam Kelompok Tani Macakal. Pada tahun 2020 jumlah penerima manfaat bertambah menjadi 19 orang. Kemudian berkembang menjadi 27 orang penerima manfaat di tahun 2021 dengan lahan seluas 2,8 Ha yang berlokasi di Kp. Areung, Kp. Gandok, Kp. Dago. Tanggal 7 April 2021 dilakukan peresmian Koperasi Agronative Pratama Indonesia dengan anggota sebanyak 50 orang petani. Di awal tahun 2022, Program Desa Tani mulai dirancang sebagai Kawasan Madaya. Pengembangan program Desa Tani dilakukan diatas lahan PTPN seluas 10 Ha. Fokus aktivitas unit bisnis pertanian yang dijalankan pada bidang on farm melalui metode greenhouse dan konvensional, menjadi basis pengembangan pemberdayaan masyarakat lebih luas. Selain itu pada bidang off farm juga dikembangkan melalui inisiasi rumah semai, toko saprodi, dan packing house. Sebanyak 53 orang penerima manfaat langsung terlibat dan proses pengembangan program hingga tahun 2024 ini.

Tahun Mulai Program

Program Desa Tani dimulai tahun 2018 dan diintervensi oleh Indonesia Berdaya pada tahun 2024.

Jumlah penerima manfaat program Desa Tani yaitu 53 Orang.

Intervensi Indonesia Berdaya
Skema intervensi program Desa Tani terdiri dari 4 aspek. Pertama, Penyediaan Aset Produksi. Setiap petani yang terlibat dalam program ini akan mengelola lahan pertanian konvensional seluas 2.000 m2 dan greenhouse seluas 250 m2, serta sarana produksi pertanian seperti bibit dan pupuk. Untuk mengoptimalkan hasil produksi para petani juga akan mengadopsi teknologi smart farming. Kedua,  Pembinaan & Pendampingan. Para petani juga mendapatkan pembinaan dan pendampingan baik dalam aspek teknis budidaya maupun penguatan karakter. Ketiga, Penguatan Jaringan Pasar. Salah satu permasalahan yang dihadapi petani adalah akses terhadap pasar yang dapat memberikan harga yang stabil. Dalam program Desa Tani, hasil panen petani di proses oleh unit packing house dengan penjualan ke pasar tradisional, pasar modern, dan ekspor. Keempat, Penguatan Kelembagaan Lokal. Saat ini telah terbentuk kelembagaan lokal berbadan hukum koperasi dengan Nama “Koperasi Produsen Agronative Pratama Indonesia”. Koperasi mengelola unit usaha yang dijalankan yaitu Packing house, rumah semai, toko saprodi, dan agroeduwisata.

Aktivitas penerima manfaat petani
Beberapa produk program Desa Tani

Target dampak finansial peningkatan pendapatan petani binaan dari yang awalnya Rp 800rb – 2 juta per bulan menjadi Rp 2,6 juta – 5 juta per bulan; penerapan kalender tanam memastikan permintaan pasar dan harga hasil panen petani selalu maksimal di harga terbaik; skema packing house sebagai market hub membantu memperluas jaringan pasar baik pasar tradisional, pasar modern, dan ekspor; sertifikat prima 3 rendah residu, memungkinkan penggunaan pupuk kimia dan bahan-bahan kimia dapat ditekan dan diganti dengan produk organik buatan sendiri; Penerima manfaat memiliki tabungan sebagai model sustainability program dan misi ketercapaian kemandirian penerima manfaat.

Target dampak sosial peningkatan kualitas hidup penerima manfaat; melalui skema kawasan madaya juga di intervensi program pendidikan dan kesehatan; rendahnya migrasi SDM dari Desa ke Kota; peningkatan skill, keterampilan dan jaringan; petani penerima manfaat langsung memiliki karyawan yang membantu proses panen; berjejaring dengan lebih dari 20 lembaga zakat dan non zakat; terbentuknya kelembagaan lokal berbadan hukum koperasi bernama “Koperasi Pratama Agronative Indonesia.

Alhamdulillah, sejak ada program Desa Tani, hidup keluarga saya berubah. Kami tidak hanya diberi bantuan modal dan pupuk, tapi benar-benar diajari cara bertani yang modern dan ramah lingkungan oleh para pendamping. Kami diajak paham bagaimana menjaga tanah supaya tetap subur dan yang paling menenangkan hati adalah kepastian pasar.

Mang Ade - Penerima Manfaat