Tema

Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat berbasis Komoditas Pangan Utama dan Berwawasan Lingkungan dengan Mengadopsi Teknologi Sederhana Tepat Guna

Daftar Sebelum

27 Mei 2026

Pendanaan yang akan disalurkan senilai

Rp. 5.000.000.000

Deskripsi Program

Madaya Sustainable Fund adalah program pendanaan pemberdayaan ekonomi yang diinisiasi oleh Indonesia Berdaya – Dompet Dhuafa untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Program ini dirancang dengan pendekatan keberlanjutan serta berorientasi pada dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Melalui Madaya Sustainable Fund, Indonesia Berdaya membuka peluang kolaborasi dengan organisasi lokal, kelompok masyarakat, dan local leader yang memiliki inisiatif pemberdayaan ekonomi. Program ini berfokus pada pengembangan sektor berbasis komoditas pangan utama dengan mengadopsi teknologi sederhana tepat guna serta praktik yang ramah lingkungan.

Madaya Sustainable Fund bertujuan untuk mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan usaha masyarakat, meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan, serta memperkuat kelembagaan lokal sebagai fondasi sistem ekonomi komunitas. Melalui skema ini, program tidak hanya memberikan dukungan pendanaan, tetapi juga mendorong terciptanya dampak yang terukur dan berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.

Ketentuan Pendaftar

Kami membuka kesempatan untuk seluruh organisasi lokal, kelompok masyarakat, atau local leader dengan ketentuan sebagai berikut

Organisasi Lokal

01
  1. Organisasi yang berbadan hukum resmi di Indonesia sebagai yayasan atau perkumpulan serta terdaftar pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
  2. Diutamakan telah memiliki portofolio program/proyek pemberdayaan masyarakat minimal 1 tahun.
  3. Memiliki standar pengelolaan dan pelaporan keuangan yang baik.
  4. Memiliki misi yang sesuai dengan Indonesia Berdaya yaitu mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan yang berdampak dan berkelanjutan.
  5. Organisasi pengaju sudah memiliki program yang siap dikembangkan di lokasi yang diusulkan.

Kelompok Masyarakat

02
  1. Kelompok masyarakat berupa kelompok tani (Poktan), kelompok ternak (Pokter), kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) maupun kelompok usaha bersama (KUB) yang telah disahkan minimal oleh Pemerintah Desa.
  2. Mayoritas anggota kelompok memenuhi kriteria mustahik.
  3. Memiliki komoditas yang sesuai dengan potensi daerah.
  4. Diutamakan telah memiliki usaha yang berjalan minimal 1 tahun.
  5. Berkomitmen mengikuti program pendampingan.

Local Leader

03
  1. Laki-laki/Perempuan Usia 25 – 40 (terbuka bagi rekan-rekan penyandang disabilitas).
  2. Memiliki usaha sosial yang berjalan minimal 1 tahun.
  3. Adanya keterlibatan masyarakat dalam bisnis proses/rantai pasok usaha yang dijalankan.
  4. Bersedia memberikan laporan keuangan usaha.
  5. Berkomitmen secara aktif untuk terlibat dengan berbagai jaringan mitra strategi.

F.A.Q.

Seputar Madaya Sustainable Fund

Madaya Sustainable Fund adalah program pendanaan berbasis grantmaking yang diinisiasi oleh Indonesia Berdaya – Dompet Dhuafa untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Program ini dirancang dengan pendekatan keberlanjutan serta berorientasi pada dampak jangka panjang bagi masyarakat

Program ini terbuka untuk:

🏢Organisasi lokal (yayasan/komunitas berbadan hukum)

👤Local leader / pelaku usaha (CV/PT)

👥Kelompok masyarakat (kelompok binaan desa/komunitas)

Selama memiliki program yang nyata dan telah dilaksanakan di masyarakat, Anda dapat berpartisipasi.

Ya, wajib punya legalitas dasar, sesuai kategori:

– Organisasi → Akta yayasan / SK organisasi

– Usaha → Legalitas CV/PT & NPWP

– Kelompok → SK dari desa/kelurahan

Ya, harus sudah memiliki program di wilayah yang akan diajukan

Hal tersebut dapat dilakukan, dengan ketentuan sebagai berikut:

– Terdapat struktur organisasi kelompok yang jelas;

– Kelompok memiliki kegiatan usaha dan/atau program yang berjalan;

– Tersedia pencatatan aktivitas maupun keuangan secara sederhana

sesuai dengan tema.

Peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis komoditas pangan utama yang ramah lingkungan dan memanfaatkan teknologi sederhana tepat guna pada sektor:

  • Pertanian: padi, sayuran/hortikultura, bawang-bawangan, umbi-umbian, serealia, kacang-kacangan, serta produk turunannya.
  • Perkebunan: sagu, rempah-rempah, tebu, serta produk turunannya.
  • Perikanan : seluruh komoditas hasil tangkap/budidaya/garam, serta produk turunannya.
  • Peternakan : unggas, telur, susu, sapi/lembu, domba/kambing, serta produk turunannya.

Besaran dana program maksimal:

Rp 350.000.000 per program

Durasi program fleksibel sesuai kebutuhan, dengan batas maksimal:

hingga 2 tahun

Program dapat dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia

Fokus dampak yang diharapkan dari program ini meliputi:

  1. Pertumbuhan dan keberlanjutan usaha, melalui penguatan kapasitas produksi, manajemen, akses permodalan, diversifikasi produk, serta peningkatan daya saing, sehingga usaha dapat berkembang secara berkelanjutan dan lebih tahan terhadap risiko ekonomi, sosial, dan lingkungan.
  2. Peningkatan pendapatan penerima manfaat, yang dicapai secara nyata dan berkesinambungan melalui peningkatan produktivitas, efisiensi, serta nilai tambah usaha, sehingga mampu memenuhi kebutuhan dasar dan mendorong kemandirian usaha.

Format dokumen dapat diakses pada link berikut :

https://bit.ly/FormatProposalMadaya 

Proposal dikirimkan melalui:

https://bit.ly/MadayaSustainableFund

Ya, program wajib:

– Ramah lingkungan

– Mendukung keberlanjutan sumber daya (misalnya pesisir, lahan, air, dll)

Program ini akan mendanai sebanyak 15 (lima belas) program terpilih.

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui:

– Mengikuti sesi sosialisasi atau info session pada tanggal 4 dan 13 Mei 2026;

– Mengunjungi website resmi program;

– Menghubungi tim Indonesia Berdaya melalui email: indonesiaberdaya@dompetdhuafa.org

Buku panduan dapat diakses pada link berikut

https://bit.ly/PanduanMadaya

Pendanaan diprioritaskan untuk kebutuhan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat penerima manfaat, seperti:

  • Pembelian alat produksi
  • Bahan baku
  • Modal kerja
  • Dan lainnya yang masih berhubungan langsung dengan produksi dan penerima manfaat

Sementara itu, biaya operasional implementasi program seperti:

  • Gaji mitra pelaksana

Operasional kantor mitra pelaksana programdiutamakan dapat ditanggung oleh mitra pelaksana.

Pendanaan akan disesuaikan dengan hasil penilaian program dan dapat berbentuk:

  • Co-funding
  • Co-financing
  • Kombinasi keduanya melalui skema kolaborasi.