Pertanian Kelapa
Desa Muara Sungsang, Kab. Banyuasin, Sumatera Selatan
Deskripsi Program
Pertanian Kelapa merupakan program pemberdayaan petani kelapa yang diinisiasi oleh seorang local leader sejak tahun 2020 dengan brand merk Kulaku Indonesia. Kulaku Indonesia berfokus pada unit hilirisasi dengan memproduksi kelapa dan produk turunannya, termasuk Virgin Coconut Oil, Nata De Coco, Crude Coconut Oil, minyak RBD (Refined, Bleached and Deodorized), dan arang. Program kolaborasi Dompet Dhuafa dengan Local leader ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi petani kelapa sehingga memberikan tambahan pendapatan melalui skema lahan demplot dan pendampingan petani plasma serta memberikan pendampingan dalam bentuk pelatihan pada petani kelapa.
Tahun Mulai Program
Program Pertanian Kelapa diintervensi oleh Indonesia Berdaya dimulai pada tahun 2023.
Jumlah Penerima Manfaat
Jumlah penerima manfaat program Pertanian Kelapa berjumlah 12 Orang.
Intervensi Indonesia Berdaya
Skema intervensi program pertanian kelapa ini berfokus pada tiga aspek. Pertama, produk. Bagi 12 orang penerima manfaat plasma akan mendapat bantuan modal produksi berupa bibit, pupuk, dan kebutuhan lainnya. Penyediaan peralatan pendukung proses pengolahan pasca panen kelapa menjadi produk turunan berupa Virgin Coconut Oil (VCO), serta pelatihan teknis budidaya tanaman kelapa dan kegiatan olahan produk pasca panen. Kedua, akan dilakukan ekspansi market. Ketiga, inisiasi kelembagaan koperasi petani kelapa beserta penguatan fungsinya sebagai offtaker dan jaringan market. Selain itu, penguatan peran kelembagaan lokal dalam proses pendampingan ke petani kelapa, agar produktivitas tumbuh.
Target dampak finansial program ini berupa peningkatan harga jual kelapa dari Rp 1.500 – 1.800 per butir menjadi Rp 2.000 – 2.500 per butir. Terdapat tambahan pendapatan PM 1,5 UMK. Sebesar Rp 5,1 juta per bulan. Serta adanya peningkatan produktivitas dari 1.000 – 2.000 butir kelapa per tahun menjadi 8.000 butir kelapa dalam bisnis proses off farm (produksi VCO).
Target dampak sosial berupa penambahan jumlah Penerima Manfaat dari eksisting 30 orang, bertambah 12 orang yang terlibat dalam unit usaha VCO dan on farm untuk peningkatan produktivitas hasil panen melalui support bibit dan pupuk. Menguatnya kapasitas masyarakat dalam pengelolaan kelembagaan lokal. Bertambahnya jaringan rantai pasok produksi dan market, serta menguatnya sustainabilitas program dengan memastikan distribusi nilai ekonomi yang merata bagi semua pihak yang terlibat dalam rantai pasok kelapa.
Mustopa Patapa - CEO Kulaku Indonesia