Perkuat Kolaborasi Program Pengentasan Kemiskinan, Dompet Dhuafa Tandatangani Kerja Sama dengan Pemprov Sumatera Barat

PADANG, SUMATRA BARAT — Dompet Dhuafa yang diwakili Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini beserta jajaran manajemen, bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, Pemerintah Kota Padang, jaringan Baitul Maal wat Tamwil (BMT), serta perwakilan Rektorat Universitas Andalas mengukuhkan komitmen kolaborasi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Istana Gubernur Sumatra Barat pada Selasa (05/05/2026).

Komitmen tersebut ditandatangani langsung oleh Ahmad Juwaini selaku Ketua Pengurus Dompet Dhuafa dan Mahyeldi Ansharullah selaku Gubernur Sumatra Barat, bersama perwakilan dari pihak BMT dan Universitas Andalas. Selain itu, pihak Dompet Dhuafa juga memperpanjang kerja sama dengan Pemprov Sumatra Barat dan Pemkot Padang dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Sebagai solusi konkret untuk memulihkan ekonomi penyintas bencana hidrometeorologi tahun 2025 lalu, Dompet Dhuafa bergerak cepat menghadirkan Program MUFAKAT (Modal Usaha Bermanfaat Untuk Masyarakat). Program ini menjadi momentum sinergi antara lembaga pemberdayaan, koperasi syariah, pemerintah, dan institusi pendidikan dalam membangun kemandirian ekonomi umat secara berkelanjutan.

Ahmad Juwaini menjelaskan bahwa secara umum kerja sama ini mencakup lima pilar utama, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Dakwah, Ekonomi, serta Sosial & Kemanusiaan. Namun, merespons urgensi pasca-bencana di Sumatra pada 2025, Dompet Dhuafa memberikan fokus khusus pada pemberdayaan ekonomi bagi UMKM yang terdampak.

“Melalui kolaborasi di lima pilar tersebut, kami berupaya meningkatkan kualitas manfaat di wilayah Sumatra Barat. Secara khusus, bersama Pemprov, Pemkot, BMT, dan akademisi, yang merupakan pelaksana program pemberdayaan ekonomi Dompet Dhuafa dengan Universitas Andalas dan sejumlah BMT kolaborator program MUFAKAT, kami memberikan bantuan bagi penyintas bencana sebagai langkah konkret revitalisasi UMKM. Ini adalah bantuan usaha tanpa margin ataupun bunga bagi para penyintas,” papar Ahmad.

Ia juga menegaskan bahwa meski Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) telah hadir sejak fase tanggap darurat, pemulihan jangka panjang melalui kemandirian ekonomi kini menjadi prioritas utama.

“Bencana memang meninggalkan duka, namun kita harus melihat semangat kebangkitan. Program MUFAKAT adalah dukungan nyata agar para penyintas bisa kembali mandiri dan bermartabat. Kami ingin mereka bukan hanya pulih, tetapi mampu kembali membantu sesama melalui ekosistem keuangan mikro syariah yang kuat,” tambahnya.

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif ini. Beliau mengenang bagaimana Dompet Dhuafa selalu konsisten hadir di Sumatra Barat sejak tahun 1990-an saat terjadi bencana gempa maupun banjir.

“Saya rasa semua tahu Dompet Dhuafa atas kiprahnya selama ini di Sumatra Barat, juga di nasional. Saya langsung ingat beberapa tahun lalu ketika ada gempa, kemudian ketika ada banjir dan tanah longsor. Saya juga tahu bahwa Dompet Dhuafa juga memberikan beasiswa, layanan kesehatan dan masih banyak yang lainnya. Kerja sama ini dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak banjir longsor kemarin. Ini menjadi penting sebagai dukungan kita semua bagi masyarakat terdampak bencana untuk bangkit kembali,” ungkap Mahyeldi dalam sambutannya.

Menutup rangkaian kegiatan, Ahmad Juwaini turut menyerahkan buku foto “BINGKAS” karya para fotografer Dompet Dhuafa yang menyajikan rangkuman respon bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh beberapa waktu lalu. Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi antusias membuka lembar demi lembar buku. Bahkan juga menyempatkan diri untuk melihat beberapa karya foto dari buku BINGKAS yang dipamerkan di selasar Istana Gubernur.

“Saya mengapresiasi melalui buku ini menjadi bukti atas apa yang telah dilakukan Dompet Dhuafa dalam penanganan bencana hingga pemulihannya. Jadi, dokumentasi di buku menjadi bukti nyata atas kiprah Dompet Dhuafa membantu masyarakat terutama mereka yang terdampak. Dengan adanya buku ini menjadi sangat transparan bagaimana dana sosial dikelola oleh Dompet Dhuafa,” ujar beliau.

Teks dan foto: Dhika, Taufan Dompet Dhuafa
Penyunting: Dedi Fadlil Dompet Dhuafa