Kopi Muntea

Desa Bonto Lojong, Kab. Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Deskripsi Program
Kopi telah ditanam sejak lama di Desa Bonto Lojong. Namun demikian, dikarenakan harga beli pedagang yang tidak menentu dan hasil dari tanaman jangka pendek yang lebih menjanjikan, sehingga tanaman kopi mulai ditebang dan diganti dengan tanaman hortikultura, seperti kentang, kol, bawang merah, dll. Data dari penyuluh pertanian di Desa Bonto Lojong menyebutkan bahwa luas kebun kopi saat ini tidak kurang 50 hektar.

Tahun Mulai Program

Program Kopi Muntea dimulai pada tahun 2023.

Jumlah penerima manfaat program Kopi Muntea berjumlah 33 Orang.

Intervensi Indonesia Berdaya
Program Kopi Muntea melibatkan beberapa aspek dalam skema intervensinya. Pertama, penyediaan aset. Petani Kopi yang terlibat dalam program ini akan diberikan bantuan modal berupa pembangunan infrastruktur pendukung pengolahan pasca panen. Petani juga akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan dalam hal perawatan kebun, teknik pemetikan, dan varian proses pengolahan pasca panen agar memiliki kapasitas dalam pengolahan pasca panen dengan output produk green bean. Dilakukan juga proses replanting untuk peningkatan produktivitas lahan. Kedua, penguatan jaringan pasar dengan menginisiasi rumah kopi, bertindak sebagai off taker dan mengolah kopi dari petani. Serta menghindarkan petani dari skema jual beli yang cenderung ghoror. Ketiga, inisiasi kelembagaan lokal dengan penguatan fungsi sebagai offtaker, pengolahan kopi pasca panen, dan jaringan market. Selain itu, penguatan peran kelembagaan lokal dalam proses pendampingan ke petani, agar produktifitas tumbuh.

Indonesia Berdaya melakukan intervensi berupa pembangunan unit greenhouse
Pelatihan dan pendampingan petani pasca panen

Program ini memiliki dua target dampak utama :

Pertama, dampak finansial berupa peningkatan pendapatan petani dari proses pengolahan red cherry menjadi green bean. Peningkatan produktivitas kebun kopi dan kepastian harga komoditas bagi petani. Inisiasi unit revenue baru dalam bentuk rumah roasting dan eduwisata kopi.

Kedua, dampak sosial berupa peningkatan pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan tanaman kopi, yang awalnya langsung melakukan penjualan, kini mulai memproses untuk meningkatkan value dari produk. Tercipta lapangan kerja, seperti pemandu wisata yang akan diberdayakan dari masyarakat lokal dalam unit bisnis ekoeduwisata.


Program ini melibatkan beberapa aspek, utamanya adalah penigkatan kapasitas penerima manfaat dalam perawatan kebun, teknik pemetikan dan pengolahan pasca panen dengan tujuan nilai jual kopi yang tinggi.

Hana - Program Spesialis Indonesia Berdaya