Budidaya Udang Vaname

Desa Wanayasa, Kab. Serang, Provinsi Banten

Deskripsi Program
Kawasan Kab. Serang bagian utara memiliki potensi besar untuk pengembangan budidaya perikanan khususnya udang vaname. Tambak – tambak udang konvensional milik warga produktivitasnya rendah dikarenakan cemaran limbah pabrik. Permintaan udang vaname terus mengalami peningkatan, namun suplai saat ini baru dapat memenuhi sebanyak 1/3 dari permintaan. Budidaya Udang Vaname dengan sistem bioflok merupakan upaya efisiensi biaya produksi & meningkatkan hasil panen yang optimal.

Tahun Mulai Program

Program budidaya udang vaname dimulai pada November 2023

Jumlah penerima manfaat program budidaya udang vaname sebanyak 4 orang

Intervensi Indonesia Berdaya
Intervensi Indonesia Berdaya dalam menjalankan program ini yaitu penyiapan infrastruktur kolam bioflok beserta sarana pendukung lainnya (peralatan, sewa lahan, dll) dan bantuan modal kerja 1 siklus (90 hari) terdiri dari bibit udang, pakan, obat-obatan, dll)

Hasil panen penerima manfaat Budidaya Udang Vaname
Modal bantuan kerja 1 siklus untuk petambak udang

Target Dampak Finansial yaitu penerima manfaat memiliki penghasilan dari penjualan produk udang vaname dengan estimasi pendapatan Rp 1,7 – 1,9 Juta /bulan/PM. 

Target Dampak Sosial dari program ini yaitu terlibatnya 4 orang penerima manfaat dalam pengelolaan usaha budidaya udang vaname, serta mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan kolam yang terbengkalai untuk budidaya udang vaname

Sebelumnya banyak warga yang kekurangan bahkan tidak punya penghasilan karena tambak konvensional tidak lagi produktif. Sekarang mereka bisa ikut panen, ikut membangun kolam, bahkan ikut belajar sistem modern

Ali Fikri - Koordinator Program Udang Vaname