Dorong Petani Semangat Mandiri, Dompet Dhuafa dan Indonesia Berdaya Resmikan Industri Komunal Olahan Nanas (IKON) di Subang

SUBANG, JAWA BARAT — Dompet Dhuafa secara resmi meluncurkan salah satu program pemberdayaan ekonominya, Industri Komunal Olahan Nanas (IKON), di Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Rabu (26/11/2025). Peresmian ini menandai babak baru bagi hampir seribu petani nanas lokal, mengubah mereka dari sekadar penyuplai bahan mentah menjadi pemilik industri pengolahan yang berkelanjutan.

Perhelatan peresmian berlangsung khidmat, dibuka dengan tarian tradisional Tari Badaya. Turut hadir Dewan Pembina dan Pengurus Dompet Dhuafa, mitra pengelola program, perwakilan pejabat dari Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Subang, mitra perusahaan, serta masyarakat setempat.

Master of Ceremony, Bovit, membuka Peresmian IKON di Subang, Rabu (26/11/2025).
Pertunjukan Tari Badaya membuka Peresmian IKON di Subang, Rabu (26/11/2025).
Kunjungan ke dalam pabrik pengolahan Nanas dalam Peresmian IKON di Subang, Rabu (26/11/2025).
Proses pemotongan Nanas dalam Peresmian IKON di Subang, Rabu (26/11/2025).
Salah satu hasil produk olahan Nanas dalam Peresmian IKON di Subang, Rabu (26/11/2025).

Secara simbolis, peresmian dilakukan dengan penekanan tombol sirine. Momen puncak acara adalah penyerahan saham Dompet Dhuafa di PT Asia Agri Nusa senilai Rp2.947.500.000 (dua miliar sembilan ratus empat puluh tujuh juta lima ratus ribu rupiah) kepada Penerima Manfaat Koperasi Produsen Barokah Agro Lestari, menegaskan kepemilikan industri ini berada di tangan komunitas.

Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa IKON adalah wujud pertanggungjawaban menjaga amanah zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf).

“Dompet Dhuafa telah melakukan pemberdayaan selama 32 tahun, terus-menerus berikhtiar membantu masyarakat dalam lima pilar utama: Kesehatan, Pendidikan, Sosial, Dakwah & Budaya, dan Ekonomi,” ujarnya.

Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, memaparkan sambutannya dalam Peresmian IKON di Subang, Rabu (26/11/2025).
Anggota Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Rahmad Riyadi, memaparkan sambutannya dalam Peresmian IKON di Subang, Rabu (26/11/2025).

IKON, yang merupakan kelanjutan dari pendampingan petani Cirangkong sejak 2013, didasari oleh pendekatan Philantro-preneurship, yakni kombinasi keterhubungan filantropi dengan entrepreneurship yang membangkitkan semangat bekerja serta berwirausaha. Secara bertahap, level demi level, Dompet Dhuafa menggulirkan bantuan pokok, pelatihan, pendampingan usaha, hingga pengembangan industri komunal. IKON menjadi bentuk tanggung jawab menjaga amanah pada sesuatu yang bermanfaat dan bernilai lebih.

“Bagi kami, Industri Komunal adalah model pemberdayaan ekonomi yang dimiliki dan dikelola secara kolektif oleh komunitas penerima manfaat (mustahik), menggunakan dana zakat dan wakaf produktif, dengan tujuan mencapai kemandirian dan kesejahteraan jangka panjang,” jelas Ahmad Juwaini.

Ia menambahkan bahwa IKON merekrut hampir 1.000 orang dalam satu koperasi, yang kemudian dikelola dengan dana Ziswaf, memastikan bahwa “pemiliknya adalah masyarakat.” Hasil dari industri ini tidak hanya buah nanas, tetapi juga produk turunan bernilai tinggi seperti selai, pasta, dan jus konsentrat.

Senada dengan itu, Anggota Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Rahmad Riyadi, berharap IKON menjadi “ikon untuk produk buah-buah lain”. Sebab, mesin yang dirancang dalam pabrik ini bersifat fleksibel dan dapat digunakan untuk mengolah jenis buah apapun, memperluas potensi pemberdayaan.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Subang, Bambang Suhendar, yang mewakili Bupati Subang, memaparkan sambutannya dalam Peresmian IKON di Subang, Rabu (26/11/2025).
Asisten Daerah Perekonomian & Pembangunan Jawa Barat, Sumasna, yang mewakili Gubernur Jabar, memberikan sambutannya dalam Peresmian IKON di Subang, Rabu (26/11/2025).

Plt. Kepala Dinas Pertanian Subang, Bambang Suhendar, yang mewakili Bupati Subang, menyambut baik program ini. Ia menyatakan bahwa IKON sejalan dengan agenda daerah dalam program hilirisasi produk pertanian.

“Secara perhitungan ekonomi, value-nya berlipat sampai 300%. Dengan kehadiran IKON ini akan sangat membantu, produk mereka (petani) akan mudah terserap,” kata Bambang. Ia juga berkomitmen bahwa Bupati Subang akan mendukung penuh program IKON.

Sementara itu, Asisten Daerah Perekonomian & Pembangunan Jawa Barat, Sumasna, yang mewakili Gubernur Jabar, memuji konsistensi Dompet Dhuafa yang telah beristiqomah di Cirangkong sejak 2013.

“Kami yakini Dompet Dhuafa punya cara dalam mendorong kualitas nanas terstandar dan seragam. Industri komunal ini proses bisnis baru yang mungkin dalam konteks perekonomian tantangannya luar biasa. Insha Allah kita bagi tugas, Pemerintah Jabar nanti akan siapkan fasilitas gerbong-gerbong kereta gratis untuk pertanian juga peternakan,” ungkap Sumasna, menunjukkan sinergi antara filantropi, komunitas, dan pemerintah daerah.

Simbolis penyerahan saham Dompet Dhuafa di PT Asia Agri Nusa senilai Rp2.947.500.000 (dua miliar sembilan ratus empat puluh tujuh juta lima ratus ribu rupiah) kepada Penerima Manfaat Koperasi Produsen Barokah Agro Lestari, dalam Peresmian IKON di Subang, Rabu (26/11/2025).
Simbolis penandatanganan prasasti Peresmian IKON di Subang, Rabu (26/11/2025).

Peresmian IKON Subang ini diharapkan mampu mengukuhkan sinergi dalam sektor pertanian terpadu, sekaligus menjadi model percontohan bagi penguatan ekonomi kerakyatan berbasis komoditas lokal di Indonesia.

IKON akan mampu membuktikan bahwa dengan keberpihakan yang tepat, para petani bisa menjadi pahlawan ekonomi yang sesungguhnya. Program ini menjadi model ideal bagaimana zakat dan wakaf tidak hanya untuk konsumsi sesaat, tapi bisa diolah menjadi kekuatan jangka panjang yang mensejahterakan. Tumbuhkan kekuatan Ziswaf dan semangat para petani melalui Bantu Ukir Senyuman untuk Para Petani.